Nifaq dalam Islam: Pengertian dan Dalil
Wednesday, 19 November 2025 Oleh Admin
Pengertian Nifaq:
Nifaq (نفاق) dalam bahasa Arab berasal dari kata "نَفَقَ" (nafaqa) yang berarti "keluar" atau "pergi ke tempat yang tersembunyi." Dalam konteks agama, nifaq merujuk kepada perilaku berpura-pura atau menyembunyikan keimanan, sementara pada kenyataannya seseorang tidak beriman sepenuhnya. Dalam Islam, nifaq adalah sebuah sifat tercela yang terkait dengan ketidakmurnian dalam iman dan niat. Ada dua bentuk nifaq, yaitu:
- Nifaq I'tiqadi (Nifaq Keyakinan): Ini adalah bentuk nifaq yang paling berat, di mana seseorang berpura-pura beriman di hadapan umat Islam, padahal dalam hatinya dia tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang yang seperti ini adalah orang yang menyembunyikan kekufuran.
- Nifaq Amali (Nifaq Perbuatan): Ini merujuk kepada perbuatan yang menunjukkan sikap tidak jujur dalam menjalankan ajaran Islam, meskipun seseorang mengaku beriman. Misalnya, melakukan dosa besar atau perbuatan yang bertentangan dengan Islam tanpa ada penyesalan.
Dalil tentang Nifaq:
1. Nifaq dalam Al-Qur'an:
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 8-9:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
"Dan di antara manusia ada orang yang berkata: 'Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat,' padahal mereka itu tidak beriman. Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak sadar."
(QS. Al-Baqarah: 8-9)
Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang berpura-pura beriman di hadapan orang lain, padahal di dalam hatinya mereka tidak beriman. Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman, namun pada kenyataannya mereka hanya menipu diri mereka sendiri.
2. Nifaq dalam Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda tentang tanda-tanda nifaq dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ"
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: ketika berbicara dia berdusta, ketika berjanji dia mengingkari, dan ketika diberi amanah dia mengkhianatinya."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menyebutkan tiga tanda utama orang yang munafik:
- Berdusta: Mereka berbicara dengan kebohongan, bahkan dalam hal-hal yang sederhana.
- Mengkhianati janji: Mereka sering melanggar janji yang telah dibuat.
- Mengkhianati amanah: Mereka tidak dapat dipercaya ketika diberi tanggung jawab atau amanah.
3. Nifaq dalam Surah Al-Munafiqun:
Allah berfirman dalam surah Al-Munafiqun ayat 1-2:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ:
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami bersaksi sesungguhnya kamu benar-benar utusan Allah.' Dan Allah mengetahui sesungguhnya kamu benar-benar utusan-Nya, dan Allah bersaksi sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang yang berdusta."
(QS. Al-Munafiqun: 1-2)
Ayat ini mengungkapkan bahwa orang munafik sering kali mengatakan kata-kata yang tampaknya benar, seperti mengakui kenabian Rasulullah ﷺ, tetapi mereka hanya berpura-pura dan tidak ada keimanan yang benar dalam hati mereka.
Ciri-Ciri Orang Munafik:
Ciri-ciri orang munafik di antaranya adalah:
- Berdusta: Mereka berbicara dengan kebohongan, baik dalam hal kecil maupun besar.
- Mengingkari janji: Ketika membuat janji, mereka tidak menepatinya.
- Mengkhianati amanah: Mereka tidak menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
- Mencintai kekufuran: Orang munafik cenderung lebih memilih kekufuran daripada iman jika mereka mendapat keuntungan duniawi.
Kesimpulan:
Nifaq (kemunafikan) adalah sifat tercela yang menunjukkan ketidakmurnian dalam iman. Nifaq dibagi menjadi dua jenis, yaitu nifaq i'tiqadi (keyakinan) dan nifaq amali (perbuatan). Nifaq adalah sikap berpura-pura beriman, padahal dalam hati tidak ada keimanan yang sejati. Dalam Islam, orang yang munafik akan mendapat hukuman yang sangat berat. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjaga keimanan dan selalu berlaku jujur baik dalam perkataan maupun perbuatan.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Ditulis oleh Dindin Ahmad Tohidin (Mubaligh PC Pemuda Persis Banjaran)
Disampaikan pada Halaqah 1 (Halaqah Pasca Ma'ruf) PC Pemuda Persis Banjaran
Cari Berita
Berita Populer
Suksesnya Kegiatan CraftPreuneur dalam Mengembangkan Kreativitas dan Bisnis di Pemudi Persis Banjaran
PC Pemudi Persis Banjaran selenggarakan Pra Ma'ruf
PC Pemuda Persis Banjaran inisiasi Program Mubahatsah
Kajian Populer
Pengajian Ahad PC Persis Banjaran 11 Januari 2026 (Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag)
Mengenal Penegakan Hukum
Karakteristik Tindak Pidana Korupsi sebagai Kejahatan Luar Biasa